Pekanbaru, 11 Agustus 2026 — Suasana Pondok Pesantren Babussalam Pekanbaru pagi ini terasa berbeda. Ratusan santri SMA Babussalam memenuhi gedung Haji Ahmad Royan untuk mendengarkan sosok inspiratif yang tak asing bagi kalangan pesantren, Hans Aulia Utama Hasibuan, MBA. Alumni SMP Babussalam yang kemudian melanjutkan studi di Universitas Indonesia dan kini berkarier di Bank Indonesia (BI) ini hadir memberikan motivasi khusus kepada para santri dalam rangka membangkitkan semangat belajar dan meraih cita-cita mereka.

Sambutan Hangat dari Sekretaris Yayasan
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Eksekutif Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan Pondok Pesantren Babussalam Pekanbaru, kh. Yunan Helmi, S.H., M.Kn. Dalam sambutannya, beliau menyambut hangat kedatangan pak Hans dan berharap kunjungan ini dapat menjadi momentum berharga bagi santri untuk belajar dari pengalaman nyata seorang alumni yang telah berhasil menembus dunia profesional tingkat nasional.

Pesan Emas dari Masa Pesantren
Dalam paparannya yang penuh kehangatan, Hans Aulia Utama Hasibuan banyak bercerita tentang masa-masa beliau mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Babussalam. Dengan gaya bercerita yang lugas namun menyentuh hati, beliau berbagi pengalaman pribadi tentang bagaimana kehidupan pesantren membentuk karakter dan mentalitasnya hingga mampu bersaing di tingkat nasional.
"Jangan pernah minder belajar di pondok, "pesan Hans dengan tegas. "Satu saat kita akan merasakan manfaatnya. Semua ilmu, disiplin, dan nilai-nilai yang kita pelajari di sini akan menjadi bekal berharga di masa depan."
Beliau menekankan bahwa kesuksesan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh lembaga pendidikan tempat seseorang belajar, melainkan lebih kepada effort atau usaha yang dilakukan serta doa yang selalu dipanjatkan kepada Allah SWT.

Filosofi BBS: Rumus Sukses Ala Babussalam
Salah satu momen paling dinantikan adalah ketika Hans memperkenalkan filosofi "BBS" yang merupakan singkatan dari Babussalam dengan makna mendalam:
"B" pertama: Bermimpi setinggi mungkin, Jangan pernah takut bermimpi besar. Cita-cita setinggi langit adalah awal dari semua pencapaian.
"B" kedua: Berikhtiar dan berusaha, Mimpi tanpa usaha hanyalah khayalan. Kerja keras, disiplin, dan konsistensi adalah kunci mewujudkan impian.
"S" Serahkan segalanya kepada Allah SWT (Tawakkal), Setelah berusaha maksimal, serahkan hasilnya kepada Allah. Keyakinan bahwa Allah akan memberikan yang terbaik adalah kekuatan terbesar seorang muslim.

Dukungan dari Pimpinan SMA Babussalam
Kepala SMA Babussalam Pekanbaru, Ustadz Salahuddin, S.Ag., M.Pd., Gr., C.GI., memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. "Kegiatan ini sangat menginspirasi sekali, khususnya kepada santri supaya belajar lebih giat dan sungguh-sungguh," ujarnya.
Beliau menambahkan, "Keberhasilan lebih ditentukan oleh sejauh mana effort atau usaha yang dilakukan untuk mencapai apa yang dicita-citakan. Tentu ini membutuhkan berbagai pengorbanan. Semakin tinggi cita-cita, maka akan semakin besar pula pengorbanan yang diberikan. Semakin tebal tembok yang akan ditembus, maka semakin besar pula kaliber peluru yang akan ditembakkan."
Antusiasme Santri
Para santri tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Sesi tanya jawab menjadi momen paling hidup, di mana santri mengajukan pertanyaan seputar strategi belajar, memilih jurusan kuliah, hingga tips menembus dunia kerja di institusi bergengsi seperti Bank Indonesia.
Hans dengan sabar menjawab pertanyaan, memberikan motivasi bahwa setiap santri memiliki potensi yang sama untuk sukses, asalkan mau berusaha dan tidak pernah berhenti bermimpi.

Penutup yang Menggugah
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh kh. Muhammad Maksum, Lc. dan foto bersama antara Hans Aulia Utama Hasibuan dengan para santri dan pimpinan pesantren. Sebelum meninggalkan arena, Hans berpesan, "Jadilah generasi Babussalam yang tidak hanya hebat secara akademik, tapi juga kuat secara spiritual. Kombinasi inilah yang akan membawa kalian meraih kesuksesan dunia dan akhirat."
Kunjungan inspiratif ini diharapkan dapat menjadi pemacu semangat baru bagi santri SMA Babussalam Pekanbaru untuk terus berikhtiar, bermimpi tinggi, dan selalu bertawakkal kepada Allah SWT dalam meraih cita-cita mereka (*)