Pekanbaru, Sabtu 25 April 2026 – Dalam suasana haru dan penuh kebersamaan, Pimpinan Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan Pondok Pesantren Babussalam, Tuan Guru Syekh Haji Ismail Royan dan Umi Hj. Yuyun Suhaira, S.K.M., menyerahkan kembali santri kelas XII SMA Babussalam Pekanbaru kepada orang tua mereka pada acara kekeluargaan yang khidmat.
Acara ini menjadi momen indah penutup perjalanan tiga tahun pendidikan santri, di mana nilai-nilai agama, ilmu pengetahuan, dan akhlak mulia telah ditanamkan dengan tekun. Rapani, S.Pd., M.Si., perwakilan orang tua santri yang juga menjabat sebagai kepala sekolah salah satu SMA di Kabupaten Rokan Hulu, menyampaikan rasa syukur mendalam.
"Terima kasih kepada pihak sekolah dan yayasan yang telah mendidik anak-anak kami selama tiga tahun. Semoga Allah SWT membalasnya dengan pahala berlipat," ujarnya dengan tulus.
Kepala Sekolah SMA Babussalam Pekanbaru, Ustadz Salahuddin, S.Ag., M.Pd., turut menyampaikan apresiasi kepada orang tua yang mempercayakan pendidikan anak mereka di SMA Babussalam Pekanbaru.
Beliau memohon maaf jika proses pembelajaran belum sepenuhnya memenuhi harapan, meski pihak sekolah telah berusaha maksimal. "Kami juga meminta maaf atas sikap atau kata-kata majlis guru dan karyawan yang mungkin kurang tepat selama ini," katanya. Beliau menambahkan motivasi agar santri terus mengejar cita-cita, menjaga sholat lima waktu, dan berakhlak mulia.
Sementara itu, Pimpinan Yayasan menekankan kolaborasi harmonis dengan orang tua selama tiga tahun. Beliau mengingatkan santri untuk tetap istiqamah dalam ibadah sholat, mengamalkan pelajaran pesantren, serta waspada terhadap bahaya penggunaan gadget berlebihan.
Pesan ini menjadi pengingat abadi bagi generasi muda untuk hidup seimbang di tengah arus digital. Puncak acara, Pimpinan Yayasan bersama Umi secara simbolis menyerahkan santri kepada perwakilan orang tua, menandai transisi penuh berkah dari pondok pesantren menuju babak baru kehidupan.
Momen ini bukan hanya perpisahan, melainkan inspirasi bahwa pendidikan sejati lahir dari tangan dingin orang tua, guru, dan yayasan yang bersatu demi masa depan cerah anak bangsa (*)